Home » Posts filed under Pendidikan
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Friday, March 28, 2025
![]() |
Dari kiri, Neneng Yanti, Supriatna dan Dede Priana ketika memberi ketetangan pers (Asep GP) |
Rangkaian kegiatan yang akan digelar di bulan April 2025 ini sebagai wujud komitmen dalam transformasi pendidikan seni dan budaya di Indonesia.
Perayaan Dies Natalis ke-57 ISBI Bandung akan berlangsung pada Selasa, tanggal 9 April 2025, menandai lebih dari setengah abad peran ISBI Bandung dalam pelestarian dan pengembangan seni serta budaya Indonesia. Dies Natalis kali ini bertajuk ‘Transformasi ISBI Bandung Menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (BLU): Preservasi dan Inovasi Kebudayaan Berbasis Teknologi dan Industri Kreatif.’
Tema ini mencerminkan upaya ISBI Bandung dalam melakukan transformasi kelembagaan dengan beralih status dari Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja (Satker) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU). Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, kualitas pendidikan, riset, dan pengembangan fasilitas serta memperluas peluang kerja sama dengan berbagai pihak yang dapat mempercepat inovasi dalam bidang seni dan budaya. Tidak hanya itu saja, ISBI Bandung juga beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi serta penguatan industri kreatif sebagai sarana preservasi dan inovasi seni budaya.
Mulai tahun 2025 ini, Dies Natalis ISBI Bandung ditetapkan jatuh pada tanggal 1 April (yang sebelumnya tanggal 5 Oktober). Hal ini merupakan hasil pertimbangan dari Rapat Pleno Senat Akademik ISBI Bandung berdasarkan dari aspek historis, strategis, kultural, politis, makna dan kebanggaan ISBI Bandung. Tanggal ini mengacu pada berdirinya Konservatori Tari (KORI) yang berawal dari aspirasi masyarakat Jawa Barat yang menghendaki adanya lembaga pendidikan tinggi seni tari di Bandung. Melalui Surat Keputusan Walikota-madya Bandung nomor 5539/68, tanggal 31 Maret 1968 didirikan Konservatori Tari (KORI) yang pengelolaannya ada di bawah Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Bandung.
Bertepatan dengan peringatan dies natalis ini, ISBI Bandung juga akan mengukuhkan dua Guru Besar baru, yakni: Prof. Dr. Benny Yohanes Timmerman, S.Sen., M.Hum., sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Estetika Teater, Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISBI Bandung, dan Prof. Dr. Husen Hendriyana, S.Sn., M.Ds., sebagai Guru Besar dalam bidang Seni Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISBI Bandung.
Pada perayaan ini, ISBI Bandung juga akan mengundang Menteri Kebudayaan RI Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc. yang akan menyampaikan Pidato Kebudayaan dalam rangka Dies Natalis ke-57. Acara juga akan dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, S.H., M.M. dan Walikota Bandung Muhammad Farhan, S.E. Sidang Terbuka Senat Akademik ISBI Bandung akan dilaksanakan di Gedung Kesenian Sunan Ambu.
Selain itu, ISBI Bandung juga akan menyelenggarakan Ujian Tulis Berbasis Komputer - Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2025. Hal ini berdasarkan Keputusan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Nomor : 01/Kep.SNPMB/2025 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer .
Pada Perguruan Tinggi Negeri (Pusat UTBK PTN) tahun 2025, ISBI Bandung kembali ditunjuk sebagai Pusat UTBK tahun 2025 yang akan dilaksanakan mulai tanggal 23 April 2025 s.d 3 Mei 2025 (10 hari pelaksanaan kecuali tanggal 1 Mei). Dalam satu hari terdapat 2 sesi pelaksanaan ujian, yaitu sesi pagi mulai pukul 06.45-10.30 WIB dan sesi siang mulai pukul 12.30-16.15 WIB. Pendaftaran peserta UTBK dilaksanakan mulai tanggal 11 Maret – 27 Maret 2025 pukul 15.00 WIB.
Pada pelaksanaan UTBK pada tahun ini, ISBI Bandung kembali bermitra dengan UTB (Universitas Teknologi Bandung), sehingga terdapat 2 lokasi pelaksanaan UTBK yaitu Kampus ISBI Bandung Jl. Buah Batu No. 212 dan Kampus UTB Jl. Soekarno-Hatta No. 378 Bojongloa Kidul, Bandung.
Kapasitas komputer yang dimiliki oleh Pusat UTBK ISBI Bandung dengan 2 lokasi tersebut adalah sebanyak 420 unit komputer per sesi sehingga total kapasitas peserta di Pusat UTBK ISBI Bandung adalah sebanyak 8400 peserta.
Lokasi pelaksanaan UTBK di ISBI Bandung dan UTB sangat strategis karena dekat dengan jalan besar, dilalui kendaraan umum, serta dekat dari gerbang tol. Dengan fasilitas yang sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Petunjuk Operasional Baku (POB) UTBK tahun 2025 seperti ruang ujian yang nyaman dan ber-AC, ruang transit peserta, klinik dan ambulance serta mushola. Tidak hanya itu saja, demi kenyamanan para peserta selama mengikuti ujian, selama pelaksanaan UTBK akan diberlakukan clear area di lokasi ujian sehingga para peserta UTBK tidak terganggu oleh kegiatan lain di luar kelas ujian.
Selain fasilitas yang memadai, kegiatan ini juga didukung oleh para pengawas dan IT ruang yang kompeten, petugas keamanan, kebersihan dan tim sirkulasi yang siap membantu para peserta untuk kelancaran UTBK.
Pusat UTBK ISBI Bandung juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pihak kepolisian untuk keamanan dan kelancaran peserta UTBK, dengan pihak penyedia Internet agar jaringan internet stabil selama pelaksanaan UTBK serta dengan Pihak PLN untuk menjaga pasokan listrik yang aman selama UTBK berlangsung agar tidak ada pemadaman listrik. Namun demikian, ISBI Bandung tetap menyediakan generator set di lokasi UTBK sebagai sumber listrik cadangan apabila terjadi pemadaman listrik yang diakibatkan oleh force major.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Humas ISBI Bandung Whatsapp: +62 818-0221-2208 Email: kshm.isbibdg@gmail.com Website: isbi.ac.id
Demikian dikatakan Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Hubungan Masyarakat & Sistem Informasi ISBI Bandung, Dr. Supriatna, S.Sn., M.Sn, dalam acara Ngabuburit bersama para awak media, Selasa (25/3/2025) di Gedung Rektorat ISBI Bandung Jl. Buah Batu No. 212 Kota Bandung. Hadir juga saat itu memberi keterangan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ISBI Bandung, Neneng Yanti Khozanatu Lahpan, S.Ag., M.Hum., Ph.D., dan Kepala Biro Akademik dan Umum Dede Priana, S.Sn., M.Si. (Asep GP)***
Tatarjabar.com
March 28, 2025
CB Blogger
Indonesia.jpeg)
ISBI Bandung Gelar Dies Natalis ke-57, Pengukuhan Guru Besar dan Persiapkan UTBK-SNBT 2025
Dari kiri, Neneng Yanti, Supriatna dan Dede Priana ketika memberi ketetangan pers (Asep GP) Rangkaian kegiatan yang akan digelar di bulan...
Friday, March 21, 2025
Ada hal menarik dari Keurseus Budaya Sunda Jirangan ka-62 alpukahnya Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda (PDPBS) Unpad yang digelar Rabu (19/3/2025), berjudul ‘Prabu Siliwangi teh Saha‘ (Siapa itu Prabu Siliwangi?) Ini sugguh mengundang banyak perhatian dan pertanyaan dari para hadirin Sawala Maya kepada nara sumbernya (Panyatur/Pembicara ) yang kebetulan seorang sejarawan Unpad Dr. Mumuh Muhsin Z.,M.Hum (Wadek FIB Unpad).
Sebagaimana kita tahu, Prabu Siliwangi adalah “tokoh legendaris” di lingkungan masyarakat Sunda. Beliau adalah Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terkenal yang membawa Pajajaran mencapai puncak kejayaannya. Sang Prabu juga disebut-sebut dalam karya sastra lisan Sunda (Tokoh Cerita Pantun, Wawacan), sebagai seorang pemimpin yang adil bijaksana, menyayangi dan dicintai rakyatnya.
Tidak heran kalau Prabu Siliwangi dianggap simbol keagungan dan kadigjayaan (keunggulan) budaya Sunda. Sehingga oleh seuweu-siwinya, keturunannya (urang Sunda) namanya diabadikan menjadi nama Komando Daerah Militer ‘Kodam III Siliwangi’, nama perguruan tinggi negeri di Tasikmalaya Universitas Siliwangi (Unsil), nama stadion sepak bola di Bandung ‘Stadion Siliwangi’, nama Jalan di Bandung, Jalan Siliwangi, Lebak Siliwangi, Nama organisasi ‘ Angkatan Muda Siliwangi (AMS)’ , dsb.
![]() |
Dr. Mumuh Muhsin, Prabu Siliwangi itu Tokoh Sejarah (Foto Asep GP) |
Namun dibalik keagungan Sang Prabu, masih banyak orang Sunda yang merasa penasaran. Siapakah Prabu Siliwangi itu? Tokoh sejarah atawa tokoh fiksi? Malah ada yang jelas-jelas mengatakan hanya sebagai tokoh Mitos belaka. Apakah namanya ada tertera dalam sumber sejarah? Apakah Siliwangi itu nama asli atau nama panggilan saja?
Terbukti, diskusi (lewat zoom meeting) keurseus Budaya Sunda sambil Ngabuburit yang dipandu Prof. Ganjar Kurnia ini, dihujani pertanyaan para hadirin yang penasaran ingin tahu sosok Sang Prabu dari sudut Sejarah.
Misalnya ada yang menanyakan atau menyatakan nama Silwangi itu banyak dan merupakan gelar seperti gelar raja-raja Jawa Brawijaya 1-2-3.., dst. Ya, nama Siliwangi atau Silih Wangi ini menjadikan perdebatan diantara para ahli sejarah. Mengacu kepada nama Prabu Wangi, gelar Maharaja Prabu Linggabuana yang gugur di palagan Bubat yang dengan gagah berani mempertahankan hargadiri Sunda, mengharumkan Kerajaan Sunda, dan juga Prabu Wangi Suta (Putera Prabu Wangi) gelar untuk Prabu Niskala Wastu Kancana (1371- 1475, bertahta di Kerajaan Sunda 103 tahun, naik tahta dalam usia 23 tahun dan wafat dalam usia 126 tahun), pengganti ayahnya Maharaja Linggabuana. dan Sribaduga Maharaja pun dianggap silih/pengganti wangi-nya (termashurnya) raja yang gugur di Bubat tersebut. Sehingga para ahli sejarah Sunda (Amir Sutaarga, Saleh Danasasmita) juga masyarakat Jawa Barat hingga sekarang banyak yang menganggap Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521) sebagai Prabu Siliwangi (Prabu Silih Wangi, pengganti/penerus kemashuran Prabu Wangi, Maharaja Linggabuana).
![]() |
Dipandu Prof. Ganjar Kurnia (Foto Asep GP) |
Hal ini juga kata Mumuh, mengacu pada kepemimpinan Sri Baduga Maharaja yang berhasil mempersatukan Pajajaran dan Galuh, hingga Sunda/Pajajaran mencapai puncak kejayaannya. Hal tersebut secara kesejarahan dibuktikan dengan adanya berita-berita dari luar yang objektif, diantaranya catatan Tome Pires (juru catat perjalanan) bangsa Portugis, ketika Bangsa Eropa pertama kalinya mengadakan hubungan dagang dengan Pajajaran (1513 M). Tome Pires cukup detil menggambarkan keadaan Kerajaan Pajajaran saat itu, dia mengatakan bahwa Pajajaran negeri ksatria dan punya pelaut-pelaut ulung hingga mampu berlayar ke berbagai Negara, sampai ke kepulauan Maladewa.
Tak heran karena Pajajaran waktu itu kaya dengan komoditi perdagangan yang dipasarkan ke berbagai negara, seperti beras (10 Jung/Kapal Dagang Besar, pertahun), ekspor kain tenun ke Malaka, daging dan sayuran melimpah-ruah Lada 1000 bahar pertahun, asam yang bisa diangkut seribu kapal besar.
Ibukota Pajajaran, Pakuan pun diceritakan Tom Pires sebagai kota yang indah dengan rumah-rumahnya yang megah dan besar terbuat dari kayu dan pohon palem. Apalagi Istana Raja (Sri Bima, Punta, Narayana, Madura, Suradipati – istana berjajar 5 yang kemudian dikenal sebagai Pajajaran) megah dan indahnya bukan main, dikelilingi 330 pilar sebesar tong anggur setinggi 9 meter dengan ukiran indah di puncaknya.
Tom Pires juga menilai orang-orang Pajajaran perilakunya menarik, someah hade ka semah (ramah kepada pendatang dan siapa saja), jujur dan perawakannya tinggi kekar. Kerajaan Sunda juga diperintah dengan adil oleh Sri Baduga Maharaja.
Keluhuran budi dan prestasi Sri Baduga Maharaja pun ada diabadikan pada prasasti Kebantenan (Bekasi) dan Prasasti Batu Tulis (Bogor).
Selain bertanya di kesejarahan, peserta diskusi juga bertanya tentang Prabu Siliwangi sebagai tokoh legenda. Terutama yang tersebar luas di masyarakat tentang Sang Prabu yang dikaitkan dengan Leuweung Sancang di Basisir Pakidulan Pameungpeuk Garut, Pohon Kaboa yang kalau diketuk-ketukan ke tanah bisa mendatangkan Maung Sancang, punya tentara yang tidak kasat mata berupa Harimau kajajaden/jadi-jadian, hingga peristiwa dikejarnya Prabu Siliwangi oleh Keyan Santang agar masuk Islam dan tilem di sana. Mumuh menjawab pertanyaan terakhir dengan serius, tidak mungkin syiar Islam dilakukan dengan kekerasan apalagi ini dilakukan anak terhadap bapak, sangat durhaka, katanya. Soal legenda lainnya Mumuh menjawab dengan bijaksana, “Legenda/sasakala itu karya intelektual masyarakat, harus dihargai, walau bukan kenyataan, sejarah,“ demikian kata Mumuh.
Sebagai kesimpulan, Mumuh pun menerangkan pada wartawan, dilihat dari metodologi Sejarah, Tokoh Prabu Siliwangi itu ada nyata dan lebih mengarah kepada Sri Baduga Maharaja. Prabu Siliwangi bukan mitos dan itu dibuktikan dengan berita-berita bangsa lain yang pernah berhubungan dengan Kerajaan Pajajaran juga dengan prasasti-prasasti dan naskah kuna.
Sang Prabu juga tidak ngahiyang, tilem (menghilang dengan raganya) tapi meninggal secara wajar (menurut kalimat prasasti Batu Tulis Bogor ada kalimat, prebu ratu purene (almarhum), sukma Sri Baduga Maharaja ‘dihiyangkeun’, melalui proses kremasi, untuk memepercepat kembalinya wujud kasar dan wujud halus ke Hiyang/Dzat Asal, dan abu jenazahnya, meunurut Saleh Danasasmita ditaburkan di Rancamaya, “Sang Mokta ing Rancamaya”, (Pasir Badigul) yang konon sekarang jadi perumahan mewah dan jadi lapangan golf). Dan sebagian abu jenazahnya dibagikan kepada raja-raja daerah untuk dipusarakan di kabuyutan masing-masing, sehingga hingga kini selain petilasan, di beberapa daerah terdapat makam Prabu Siliwangi. (Asep GP - Anto Ramadhan)***
Tatarjabar.com
March 21, 2025
CB Blogger
Indonesia
PDPBS Unpad Ungkap Lagi Prabu Siliwangi
Ada hal menarik dari Keurseus Budaya Sunda Jirangan ka-62 alpukahnya Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda (PDPBS) Unpad yang d...
Friday, March 14, 2025
Rektor Universitas Padjadjaran Arief Kartasasmita merespon positif Presiden Prabowo yang telah mengumpulkan para Rektor di Istana Negara.
Arief mengatakan, Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan dia mengumpulkan rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Istana. Prabowo ingin memberikan penjelasan terkait kebijakan pemerintah sejauh ini.
"Dan tentang keadaan, keadaan yang berlaku, di bangsa kita. Dan keadaan yang berlaku di tingkat global di dunia. Karena apa yang terjadi di dunia akan memengaruhi kita sehingga kita patut untuk memahami apa yang sedang terjadi," ujarnya
Tatarjabar.com
March 14, 2025
CB Blogger
Indonesia"Saudara-saudara sekalian, saya mengundang Saudara-saudara sore hari ini untuk memberi penjelasan. Tentang apa yang sudah kita kerjakan, apa yang akan kita kerjakan dalam waktu yang akan datang," kata Prabowo dalam sambutannya di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/3/2025).
Prabowo juga akan memberikan gambaran terkait keadaan bangsa dan dunia saat ini. Menurutnya, situasi global dapat memberikan pengaruh secara langsung ke dalam negeri.
![]() |
Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., Sp. M (K).,M. Kes., Ph. D. |
"Dan tentang keadaan, keadaan yang berlaku, di bangsa kita. Dan keadaan yang berlaku di tingkat global di dunia. Karena apa yang terjadi di dunia akan memengaruhi kita sehingga kita patut untuk memahami apa yang sedang terjadi," ujarnya
Masih menurut Rektor Unpad ini, Presiden juga menegaskan, Indonesia dalam situasi yang baik-baik saja. Kendati banyak tantangan di tingkat nasional dan global, sumber daya alam dan manusia yang ada bisa digunakan untuk mencapai kesejahteraan.
Kendati Indonesia disebut baik baik saja, lanjut Arief, itu tidak berarti Presiden tidak terbuka pada kritik dari kampus. "Presiden menekankan, kritik boleh tapi harus berdasarkan data" pungkas Arief. (Rls/Anto Ramadhan-Asep GP)***

Rektor Unpad Arief Kartasasmita Respon Positif Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor di Istana
Rektor Universitas Padjadjaran Arief Kartasasmita merespon positif Presiden Prabowo yang telah mengumpulkan para Rektor di Istana Negara. Ar...
Saturday, March 8, 2025
Hal tersebut dikatakan Koordinator Fakulti/Pensyarah Kanan (dosen senior) Seni Reka Grafik dan Media Digital, Ts. Ahmad Sofiyuddin Bin Mohd Shuib –Jabatan Seni Reka Grafik Kolej Pengajian Seni Kreatif Universiti Teknologi MARA, Cawangan Perak, Kampus Seri Iskandar, Bandar Seri Iskandar,32610, Seri Iskandar, Perak Darul Ridzuan, Malaysia.
Selanjutnya dalam siaran elektronik yang diterima redaksi, Sofi (demkian dosen senior ini akrab disapa) menyampaikan, Program ini memberi fokus kepada majoring/jurusan Rekabentuk Korporat, di mana pensyarah dari TELKOM Universiti, Bandung Indonesia dan dua pakar industri telah dilantik sebagai Penilai Antarabangsa serta Penilai Industri, termasuk Sri Soedewi, Sri Nurbani, Nurul Amira Ramli dan Muhammad Badrul Nizam. Yang mana, dengan adanya kesemua penilai ini memberikan maklum balas konstruktif berdasarkan perspektif global malah dapat menilai hasil karya kreatif pelajar berdasarkan keperluan serta kehendak industri kini.
Dengan ini, seramai 11 orang pelajar terlibat dalam sesi penilaian ini, berkongsi idea dan inovasi mereka berkaitan projek tahunan masing-masing. Yang mana, projek-projek ini melibatkan elemen-elemen penting seperti reka bentuk logo, identiti visual, dan strategi komunikasi korporat, yang diharapkan dapat memenuhi keperluan industri seni reka grafik masa kini.
Kerjasama ini membuka peluang kepada pelajar untuk memahami standard antarabangsa dalam industri kreatif. Melalui maklum balas dan pandangan daripada penilai antarabangsa, pelajar dapat memperbaiki hasil kerja mereka dan meningkatkan keyakinan dalam menghasilkan karya yang kompetitif di peringkat global. Selain itu, kolaborasi ini memberikan pelajar peluang untuk mendapatkan gambaran keseluruhan tentang trend terkini dalam industri seni reka di Indonesia, sebuah negara yang terkenal dengan inovasi dan kreativiti seni reka yang unik.
Dengan memahami perkembangan terkini seperti penggunaan teknologi digital dalam reka bentuk, pendekatan berasaskan budaya lokal, dan integrasi konsep tradisional dengan elemen moden, pelajar dapat memperluaskan perspektif mereka dan mengadaptasi idea-idea baru dalam projek masing-masing. Malah, pendedahan ini bukan sahaja membantu pelajar untuk mengenal pasti peluang dalam pasaran serantau tetapi juga memperkukuhkan keupayaan mereka untuk memenuhi permintaan industri seni reka yang semakin dinamik.
Melalui kerjasama dengan universiti luar negara, pelajar tidak hanya mendapat manfaat daripada pertukaran pengetahuan, tetapi mereka juga mendapat peluang untuk meningkatkan kemahiran profesional mereka. Sebagai contoh, pelajar yang terlibat dalam Program Review III berpeluang untuk melihat bagaimana reka bentuk korporat diterapkan dalam konteks global, serta mendapatkan maklum balas daripada pengamal industri dan antarabangsa yang berpengalaman. Ini memberikan perspektif yang lebih luas tentang keperluan industri di pelbagai negara dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi pelbagai cabaran yang ada dalam pasaran kerja global.
Melalui program-program pengantarabangsaan ini juga, UiTM CP bukan sahaja memperkukuh rangkaian antarabangsa tetapi juga meningkatkan standard pendidikan yang ditawarkan. Sebagai contoh, pelaksanaan Program Review III menunjukkan usaha UiTM CP dalam memastikan bahawa pelajarnya mendapat pendidikan yang relevan dengan perkembangan terkini dalam bidang seni reka. Dengan bekerjasama dengan universiti seperti TELKOM Universiti, Bandung Indonesia pelajar dapat menyaksikan dan belajar daripada budaya akademik yang berbeza, yang membantu mereka mengembangkan kemahiran yang diperlukan untuk berjaya di pasaran kerja yang semakin kompetitif.
Tambahan pula, program ini turut membantu UiTM CP dalam mecapai target pencapaian Petunjuk Prestasi Utama (PI) pengantarabangsaan, iaitu PI084 Number of international programmes/activities for active MoU/MoA for the current year, dengan memberikan pelajar peluang untuk terlibat dalam program antarabangsa yang berkualiti dan relevan. Ini selaras dengan usaha UiTM CP untuk memperkukuh reputasi globalnya dalam mencapai matlamat UiTM sebagai Globally Renowned University pada tahun 2025.
Malah, melalui penglibatan dengan institusi seperti TELKOM Universiti, Bandung Indonesia, serta agensi-agensi luar, pelajar turut didedahkan kepada kaedah dan pendekatan baru yang boleh memperkayakan pengalaman pembelajaran mereka. Ini sekaligus memberikan kelebihan kompetitif kepada mereka apabila memasuki pasaran kerja global. Selain memberikan manfaat kepada pelajar, program pengantarabangsaan ini juga mengukuhkan hubungan akademik antara Malaysia dan Indonesia. Yang mana, kerjasama antara UiTM dan TELKOM Universiti bukan sahaja memberi kesan positif kepada pelajar, tetapi juga mempereratkan hubungan dua hala dalam bidang akademik, budaya, dan profesional. Perkongsian ilmu dan pengalaman ini membuka ruang untuk peluang yang lebih luas, termasuk program pertukaran pelajar, penyelidikan bersama, serta projek-projek seni reka yang lebih besar.
Dengan adanya kolaborasi ini juga, dapat menunjukkan komitmen UiTM CP dalam memperkasakan pelajar melalui program-program yang melibatkan pakar antarabangsa. “Kami sangat berbangga dengan usaha ini kerana ia memberikan pendedahan luar biasa kepada pelajar kami. Ini adalah langkah penting untuk menghasilkan graduan yang mampu bersaing di pasaran global,” kata Koordinator Program bagi Jabatan Seni Reka Grafik dan Digital Media, Kolej Pengajian Seni Kreatif.
Selain itu, kolaborasi ini menjadi bukti bahawa hubungan akademik antara Malaysia dan Indonesia terus berkembang, terutama dalam bidang seni reka yang memerlukan inovasi berterusan. Ia juga memberi manfaat dalam konteks pembelajaran, kerjasama antarabangsa juga memberi impak besar kepada peluang kerjaya pelajar. Dalam dunia yang semakin saling berkait ini, pengalaman antarabangsa adalah aset yang berharga. Pelajar yang terlibat dalam program-program pengantarabangsaan memiliki kelebihan dalam mencari peluang pekerjaan di syarikat-syarikat global kerana mereka telah terbiasa bekerja dalam persekitaran yang berbeza dan memahami kehendak serta trend pasaran antarabangsa.
“Dengan itu, melalui program seperti ini, UiTM CP dan TELKOM Universiti, Bandung Indonesia telah membuktikan bahawa kolaborasi rentas sempadan adalah kunci kepada pembangunan bakat dan pengiktirafan antarabangsa. Dengan sokongan kedua-dua institusi, pelajar seni reka grafik UiTM kini lebih bersedia untuk melangkah ke dunia profesional dengan hasil karya yang bermutu tinggi,“ pungkasnya.***Rls/Red.

UiTM Perak Meningkatkan Reputasi Global dan Membangunkan Bakat Berkualiti Melalui Kolaborasi Antarabangsa
Perak, Malaysia – Universiti Teknologi Mara (UiTM) Cawangan Perak (UiTM CP) Kampus Seri Iskandar terus melangkah ke depan dengan meningkat...
Wednesday, February 19, 2025
![]() |
Rektor ISBI Retno Dwimarwati bersama jajarannya sedang memberi keterangan pers (Asep GP) |
Sebagaimana diketahui pihak ISBI Bandung melarang pementasan teater Wawancara dengan Mulyono yang akan berlangsung 15 -16 Febriari 2025, sehingga pintu Studio Teater ISBI digembok dan pergelaran teater karya TPH (Kelompok Teater Payung Hitam) pun gagal pentas. Kejadian ini menimbulkan gejolak dan pemberitaan viral pun merebak, ISBI membatasi kebebasan berkesenian.
Pertunjukan teater Wawancara dengan Mulyono (nama kecil mantan Presiden Jokowi) yang berdurasi setengah jam lebih itu semula akan dimainkan oleh Rachman Sabur dan Tony Broer.
Terkait hal itu pihak ISBI Bandung pun pada tanggal 18 Februari 2025 mengadakan Konferensi Pers di Ruang Sidang, Lt 4 Gedung Rektorat ISBI Bandung Jl. Buah Batu No. 212 Bandung. Dari pihak rektorat hadir Rektor ISBI Retno Dwimarwati, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi Supriatna, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Indra Ridwan, Iip Sarip Hidayana dan Dede Priana (Kepala Biro Akademik dan Umum).
Tidak Diizinkannya Pertunjukan Wawancara dengan Mulyono oleh Teater Payung Hitam di lingkungan kampus ISBI Bandung diambil berdasarkan sejumlah pertimbangan, baik dari segi administratif hingga prosedural yang harus dipenuhi dalam setiap penyelenggaraan kegiatan di lingkungan kampus.
“Selama ini ISBI Bandung selalu mengakomodir kelompok-kelompok pertunjukan yang akan bermain di ISBI Bandung. Bahkan ISBI Bandung memberikan rekomendasi kepada kelompok-kelompok tersebut untuk bermain di gedung-gedung lain milik pemerintah daerah baik kota, kabupaten maupun provinsi. Oleh karena itu ISBI Bandung menyarankan untuk bermain di tempat lain yang lebih relevan,” demikian kata Rektor ISBI Retno Dwimarwati di hadapan para wartawan.
Dalam hal ini kata Retno, pihak TPH hanya mengajukan permohonan peminjaman ruangan secara lisan, tanpa melengkapi prosedur administrasi yang diwajibkan oleh pihak kampus. ISBI Bandung juga telah menyampaikan bahwa Studio Teater ISBI Bandung tidak dapat digunakan sebagai lokasi pertunjukan dikarenakan beberapa alasan, khususnya terkait keterbatasan ruang yang dimiliki dan semakin dekatnya waktu perkuliahan. ISBI Bandung menyarankan agar pertunjukan tersebut dapat dialihkan ke tempat lain yang lebih sesuai, seperti Gedung Indonesia Menggugat (GIM, di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 5 Bandung) atau gedung pertunjukan lain, sehingga pertunjukan tetap terselenggara tanpa melanggar ketentuan kampus.
![]() |
Foto Asep GP |
Namun, pihak TPH tetap memaksakan penyelenggaraan pertunjukan di kampus meskipun tidak memperoleh izin. Kejadian ini menimbulkan pemberitaan viral terkait "penggembokan" ruang Studio Teater yang seolah-olah ISBI Bandung membatasi kebebasan berkesenian. Padahal, hal ini berkaitan dengan adanya pelanggaran prosedur pihak TPH yang tidak mendapatkan izin penggunaan ruang Studio Teater oleh ISBI Bandung.
Keputusan ISBI Bandung untuk tidak mengizinkan pertunjukan ini diselenggarakan di lingkungan kampus didasarkan pada beberapa hal, yakni: Administrasi dan Perizinan. Setiap penggunaan fasilitas kampus harus melalui proses perizinan resmi, termasuk pengajuan surat permohonan secara tertulis dan evaluasi oleh pihak ISBI Bandung.
Kewenangan Kampus untuk Mengatur Pemanfaatan Fasilitas. ISBI Bandung memiliki kewenangan untuk memastikan bahwa fasilitas kampus digunakan untuk kegiatan akademik dan pengembangan seni budaya yang membangun dan bebas dari konflik kepentingan, termasuk yang bernuansa politik, serta menghindari konten yang berpotensi mengandung pro dan kontra, yang dapat memicu keresahan atau pertentangan di masyarakat.
Prinsip Netralitas Kampus sebagai Institusi Pendidikan Tinggi Negeri. Sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN (UU ASN) Pasal 2, dosen dan tenaga kependidikan dengan status ASN wajib bersikap netral. Aktivitas berkesenian yang mengangkat isu-isu sensitif berpotensi dipersepsikan sebagai bagian dari konflik politik yang dapat mencederai prinsip netralitas kampus.
Kondusivitas Kampus dan Potensi Polarisasi. Pertunjukan yang mengangkat narasi negatif terhadap tokoh tertentu dapat memicu protes dan reaksi keras dari pihak-pihak yang tidak setuju. Dampaknya, kampus dapat dijadikan sebagai arena konflik atau mendapat tekanan dari pihak eksternal, terutama jika isu ini diangkat oleh media atau viral di media sosial. Hal ini dinilai dapat menimbulkan ketegangan sosial, yang berisiko merusak ketertiban serta nama baik ISBI Bandung, jika kegiatan ini dipersepsikan sebagai dukungan terhadap gerakan pembentukan opini pada tokoh tertentu pasca pemilihan presiden.
“Dengan demikian, ISBI Bandung sebagai lembaga pendidikan tinggi seni memiliki komitmen untuk terus menjaga kenyamanan bersama dalam ruang akademik yang sehat. ISBI Bandung sangat menghargai kebebasan berekspresi dan berkreatifitas dalam berkesenian, namun tetap dalam koridor aturan yang telah ditetapkan. ISBI Bandung akan terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana kampus sehingga dapat memberikan ruang yang luas bagi penyajian berbagai jenis pertunjukan, khususnya untuk pengembangan pembelajaran,” demikian pungkas rektor. (Asep GP)***
.jpeg)
Inilah Alasan ISBI Bandung Melarang Pentas Teater Wawancara dengan Mulyono karya TPH
Rektor ISBI Retno Dwimarwati bersama jajarannya sedang memberi keterangan pers (Asep GP) Sebagaimana diketahui pihak ISBI Bandung melarang ...
Monday, February 17, 2025
![]() |
Nuning Hallet Ketum Ika Sadaya FIB Unpad Terpilih, Periode 2025-2029 (foto istimewa) |
Aktivis Diaspora Nuning Hallet resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Ika Sadaya (Ikatan Keluarga Alumni Sastra dan Budaya) Fakultas Ilmu Budaya Unpad periode 2025-2029 melalui Musyawarah Besar (Mubes) dan Reuni Akbar di Jatinangor Sumedang, Jum'at-Sabtu (14-15/-02-2025).
Pakar Start up ini resmi menjabat Ketua Umum Ika Sadaya Unpad, setelah terpilih secara demokratis lewat Musyawarah Besar Ika Sadaya pada Jumat (14 /02/2025) .
Ketua Mubes Budi Hermansah sebagai pimpinan sidang, mengatakan Ketum terpilih sah memperoleh suara terbanyak. Pemilihan dilaksanakan secara demokratis dengan cara One Man Vote sistem perwakilan.
Nuning, dalam sambutan perdananya sebagai Ketum Ika Sadaya Unpad menyatakan akan melangkah bersama dengan para alumni agar membawa kebermanfaatan bagi almamater, alumni, dan mahasiswa FIB.
![]() |
Ketua Mubes menetapkan Nuning jadi Ketum Ika Sadaya 2025-2029 |
"Alhamdulillah Mubes dan Reuni Akbar FIB 2025 telah sukses dilaksanakan. Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh team panitia yang dikomandani Kang Yuszak, kepada Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, para Ketua Program Studi, pimpinan sidang dan peserta Mubes, serta seluruh civitas academica di lingkungan FIB Unpad atas dukungan dan kebersamaannya".
"Saya menerima amanah sebagai ketua IKA SADAYA perioda 2025-2029 untuk membawa IKA SADAYA bangun kembali dari tidur lelapnya yang cukup lama. Resurrection, renewal, seperti burung phoenix mungkin mewakili spirit kami saat ini "kata Nuning
Selanjutnya Nuning mengatakan perlu dukungan semua pihak dalam mengemban amanah ini. "Saya menyadari bahwa tidak begitu dikenal banyak pihak di lingkungan FIB dan Universitas, belum banyak yang mengenal saya," ungkap lulusan Sastra Jepang angkatan 1992 ini.
Ibu dari 3 orang putri ini kemudian melanjutkan sekolah di Universitas Indonesia dan di State University of New York at Buffalo. Beragam aktivitas Nuning di dunia professional sebagai specialist pembuka pasar untuk start up/investasi baru di Indonesia. Market trailblazer.
Di pemerintahan Nuning dikenal sebagai perwakilan Diaspora, specialist di kebijakan keimigrasian dan kewarganegaraan. Sering diminta menjadi narasumber untuk pemerintah.
"Salah satu prestasi monumental saya adalah Dwi Kewarganegaraan Terbatas! Advokasi yang saya lakukan," tandas nya.
Diakhir sambutanya Nuning mengatakan, "Apakah masih punya waktu untuk mengurus IKA SADAYA? Insya Allah. Sistem di Diaspora dan kegiatan sosial sudah berjalan, tidak perlu banyak intervensi."
"Keberhasilan IKA SADAYA dan juga ikatan alumni secara umum tergantung dari team yang mendukung program kerja," lanjut Nuning.
"Saya menyadari banyaknya tantangan untuk kepengurusan IKA SADAYA, terutama banyak transisi terjadi di tingkat global dan nasional yang berimbas terhadap kampus dan mahasiswa". Oleh karena itu lanjutnya, "Kami harus membangun organisasi dan program kerja yang agile, adaptif, dan relevan yang dapat mewakili aspirasi 6 dekade dan 4 generasi: X, Y, Z, dan A yang tidak mudah. Namun saya yakin dengan bantuan dan dukungan semua pihak, Insya Allah sedikit demi sedikit kami dapat melakukan pemulihan dan pembaruan agar dapat menyediakan fondasi yang cukup kuat bagi IKA SADAYA.
"Go, fight, win !" pungkas Nuning. (Rls/Asep GP)***
"Saya menyadari banyaknya tantangan untuk kepengurusan IKA SADAYA, terutama banyak transisi terjadi di tingkat global dan nasional yang berimbas terhadap kampus dan mahasiswa". Oleh karena itu lanjutnya, "Kami harus membangun organisasi dan program kerja yang agile, adaptif, dan relevan yang dapat mewakili aspirasi 6 dekade dan 4 generasi: X, Y, Z, dan A yang tidak mudah. Namun saya yakin dengan bantuan dan dukungan semua pihak, Insya Allah sedikit demi sedikit kami dapat melakukan pemulihan dan pembaruan agar dapat menyediakan fondasi yang cukup kuat bagi IKA SADAYA.
"Go, fight, win !" pungkas Nuning. (Rls/Asep GP)***
.jpeg)
Nuning Hallet Terpilih Secara Demokratis Jadi Ketum Ika Sadaya FIB Unpad
Nuning Hallet Ketum Ika Sadaya FIB Unpad Terpilih, Periode 2025-2029 (foto istimewa) Aktivis Diaspora Nuning Hallet resmi dikukuhkan sebagai...
Tuesday, January 14, 2025
Tata Cahaya sangat penting dalam seni pertunjukan karena membantu penonton memahami cerita dan adegan. Tata cahaya juga dapat membantu menggambarkan suasana hati, emosi, dan ekspresi. Dalam seni pertunjukan, tata cahaya atau lighting ini dapat memperjelas apa yang ditampilkan, membantu penonton memahami cerita, penokohan, suasana adegan, memperkuat adegan dan suasana.
Intinya Seni Tata Cahaya Panggung bukan hanya sekadar tentang menyorot lampu ke arah yang benar, tetapi juga seni menciptakan suasana, menyalurkan emosi, dan menyampaikan cerita melalui cahaya.
Dan pendidikan di bidang tata cahaya di Indonesia masih terbatas, sementara dalam lima tahun terakhir, dunia lighting telah berkembang pesat, baik dari sisi teknologi maupun jumlah profesional yang terlibat. Dengan semakin meningkatnya jumlah acara live maupun broadcast, kebutuhan akan Penata Cahaya yang kompeten menjadi sangat mendesak.
Makanya, memahami pentingnya peran Penata Cahaya yang kompeten dalam industri seni pertunjukan yang terus berkembang, Pecahin menggelar Kelas Pecahin Edisi 2 yang kali ini dilangsungkan di gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung, Jl. Buah Batu No. 212 Bandung (sebelumnya digelar di Taman Ismail Marzuki-Jakarta).
Acara ini berlangsung empat hari, 13 – 16 Januari 2025 (mulai Pk. 09.00-17.00), dengan menghadirkan narasumber utama Iwan Hutapea, Penata Cahaya senior dengan pengalaman lebih dari dua dekade, dan Jihan Didik profesional di bidang tata cahaya dan seni pertunjukan.
Workshop ini terbagi dalam dua kelas, yaitu Kelas Dasar Tata Cahaya sebagai kelas pertama dan Kelas Dasar Tata Cahaya & Pelajaran Penggunaan Perangkat console grandMA3 sebagai kelas kedua. Kelas pertama dipandu Iwan Hutapea, dimana peserta akan belajar dasar-dasar tata cahaya mulai dari, pengenalan jenis lampu & intensitas cahaya, arah & distribusi cahaya, pergerakan cahaya dalam desain panggung, cahaya terhadap set & desain, dan pengenalan hardware dan manajemen lampu.
Iwan Hutapea juga bersama Johan Didik akan membawakan kelas kedua. Peserta akan mendalami materi kelas pertama sekaligus mendapatkan pengenalan komprehensif tentang perangkat GrandMA3, perangkat Kontrol pencahayaan canggih yang mendukung berbagai produksi seni di tingkat nasional dan internasional.
Menurut Iwan Hutapea, ‘Kelas Pecahin Edisi 2’ ini hadir untuk menjawab kebutuhan industri dan mendorong para Penata Cahaya untuk terus berkembang. “Kami ingin para peserta tidak hanya memahami teknis pencahayaan, tetapi juga mampu menciptakan karya yang penuh makna dan relevan dengan kebutuhan zaman,“ tandasnya.
Kelas Pecahin Edisi 2 bertujuan untuk memperkenalkan seni tata cahaya kepada lebih banyak pekerja seni di ndonesia. Dengan membangun jejaring dan iklim kerja yang positif, diharapkan komunitas pencahayaan dapat semakin berkembang dan menghasilkan Penata Cahaya yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Selain meningkatkan kompetensi teknis, acara ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang dunia tata cahaya. Para peserta didorong untuk terus mengembangkan kemampuan dan menemukan semangat baru dalam mempelajari seni pencahayaan.
“Melalui kelas ini, kami ingin mengispirasi dan memotivasi generasi baru untuk melihat tata cahaya sebagai seni yang berdampak besar. Kami percaya, pengetahuan yang dibagikan di sini akan menjadi fondasi yang kuat bagi masa depan tata cahaya di Indonesia,” pungkas Iwan Hutapea.
Sebagai komunitas Penata Cahaya di Indonesia, Pecahin juga membuka ruang selebar-lebarnya untuk memperluas jejaring informasi, pengetahuan dan kolaborasi dengan pelaku industri tata cahaya. Acara ini bukan hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah bertemunya para pelaku industri, baik yang berasal dari Bandung maupun dari seluruh penjuru Indonesia.
Dengan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang dan wilayah, kelas ini memberikan kesempatan berharga untuk bertemu, bertukar ide, dan menjalin hubungan profesional baru. Lebih dari itu, Pecahin berharap dapat menjadi penghubung yang mempererat komunitas tata cahaya Indonesia dan menjembatani peluang kerjasma di masa depan. Pecahin selalu berkomitmen untuk mendukung pengembangan dan pendidikan di bidang tata cahaya. Kolaborasi dengan IMS (PT. Inti Megah Swara) dalam MA Training adalah langkah besar untuk mencapai tujuan ini. (AGP)***

Workshop Seni Tata Cahaya ‘Kelas Pecahin Edisi 2’ Digelar di ISBI Bandung
Tata Cahaya sangat penting dalam seni pertunjukan karena membantu penonton memahami cerita dan adegan. Tata cahaya juga dapat membantu me...
Monday, December 23, 2024
![]() |
Rektor ISBI Retno Dwimarwati merasa bangga dan bersyukur (Foto. Dok.Humas ISBI) |
Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan pada dua ajang bergengsi tingkat nasional, yakni Anugerah Diktisaintek 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, dan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024 yang diadakan oleh Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia.
Pada Anugerah Diktisaintek 2024, ISBI Bandung berhasil meraih beberapa penghargaan, yaitu: 1. Anugerah Kerja Sama, kategori Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja (PTN Satker) - Bronze Winner dalam Sub Kategori Kerja Sama Industri Terbaik. 2. Anugerah Humas - Silver Winner dalam Sub Kategori Insan Humas yang diraih oleh Rossi Suryani - Silver Winner dalam Sub Kategori Siaran Pers.
Anugerah ini merupakan apresiasi Kemdiktisaintek kepada pemangku kepentingan di perguruan tinggi, LLDikti, media, jurnalis, dan mitra (kementerian, Lembaga, serta dunia usaha dan dunia industri), yang meraih pencapaian tertinggi dan berkontribusi dalam mendukung implementasi transformasi pendidikan tinggi selama satu tahun terakhir.
Selain Anugerah Kerja Sama dan Humas, Anugerah Diktisaintek ini juga mencakup Anugerah Prioritas Nasional, Mitra Pendukung Program Diktisaintek, Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sumber Daya, Kelembagaan, Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, Zona Integritas, serta Jurnalis. Acara dihadiri berbagai perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, LLDikti, media dan mitra kerja Diktisaintek yang dilaksanakan di Graha Diktisaintek Gedung D Lantai 2, Senayan, Jakarta (13/12/2024).
![]() |
Rektor ISBI Ketika menerima penghargaan itu (Dok. Humas) |
Sedangkan pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024 yang diselenggarakan di Movenpick Hotel Jakarta (17/12/2024), ISBI Bandung menjadi satu dari 35 Perguruan Tinggi Negeri (23 persen dari total PTN) yang meraih predikat Badan Publik Informatif dengan nilai 94,23. Anugerah ini menjadi pemberian penghargaan kepada Badan Publik yang telah berkomitmen dalam menjalankan prinsip-prinsip Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Prestasi ini menunjukkan komitmen ISBI Bandung dalam upaya terus menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat dimana pada tahun sebelumnya ISBI Bandung berpredikat badan publik ‘Menuju Informatif’.
Rektor ISBI Bandung, Dr. Retno Dwimarwati, S.Sen., M.Hum., sangat mengapresiasi dan merasa bersyukur atas pencapaian ini. “Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari dukungan, sinergi, kerja keras dan kerja sama fakultas, lembaga, UPA, unit kerja dan stakeholder ISBI Bandung. Kami akan berkomitmen untuk terus meningkatkan kolaborasi, inovasi, dan transparansi demi mendukung kemajuan seni budaya Indonesia di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya.
![]() |
Rossi Suryani Humas ISBI (ketiga dari kanan berjilbab pink) mendapat silver winner sub Kategori Insan Humas (Dok. Humas ISBI) |
Demikian juga dengan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi ISBI Bandung, Dr. Supriatna, S.Sn. M.Sn., ia menyatakan, “Pengakuan ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara ISBI Bandung dengan berbagai mitra strategis dalam membangun ekosistem pendidikan seni budaya yang inklusif dan progresif. Kami juga akan terus berupaya menjaga transparansi dan memberikan pelayanan informasi yang semakin baik kepada masyarakat,” katanya serius.
Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi ISBI Bandung untuk terus mengukir prestasi di berbagai bidang, serta memperkuat peran perguruan tinggi seni budaya dalam mendukung pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola yang baik dan profesional. (Rls/ Asep GP)***
.jpeg)
ISBI Bandung Sabet 2 Penghargaan di Anugerah Diktisaintek dan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024 KIP RI
Rektor ISBI Retno Dwimarwati merasa bangga dan bersyukur (Foto. Dok.Humas ISBI) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung kembali meno...
Tuesday, December 3, 2024
![]() |
Rektor ISBI Retno Dwimawarwati Bersama Abah Alam, Kang Oca, Dan Para Inohong Sunda Lainnya (Foto Istimewa) |
Badan Eksekutrif Mahasiswa (BEM) ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Bandung kembali menggelar acara bertajuk ‘Ngaguar Budaya’. Acara bertajuk Ragam Budaya Nusantara ini diisi dengan pemutaran Karya Film Dokumenter Kujang dan Diskusi Kujang yang berlangsung di Pendopo Mundinglaya ISBI Bandung, Jl. Buah Batu No. 212 Kota Bandung, Jum’at (29/11/ 2024).
Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor ISBI Dr. Retno Dwi Marwati, S.Sen., M.Hum, yang menyambut baik acara edukasi buat para mahasiswa ISBI Bandung ini. Terutama untuk lebih mikawanoh dan mempelajari lagi akan eksistensi pusaka warisan leluhur adiluhung yang jadi simbol urang Sunda tersebut. Untuk itu Retno berharap mahasiswa/generasi muda agar bisa lebih mengenal lagi Pusaka Kujang sebagai representasi budaya Sunda zaman kiwari.
![]() |
Kang Aris (Paling Kanan), Kang Rifki Dengan Dipandu Agus Mulia Marbun, Tengah Membahas Kujang (Foto Istimewa) |
Rektor pun malam itu berkesempatan menyerahkan cenderamata kepada Kawargian Abah Alam, Aris Kurniawan, dan Abah Jajang pandai besi dari Ciwidey selaku Tokoh Penggiat Kujang, Penempa Kujang dan para Pejuang Kujang.
Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menghadirkan sejumlah pembicara yaitu, Aris Kurniawan, S.Sn., M.Sn (Akademisi, dan Budayawan) dan Abah Jajang yang diwakili oleh Rifki (Penempa Ciwidey).
![]() |
Kang Aris, Sesuai Dengan Tesis, Kujang Bukan Senjata (Foto Iin Rizki) |
Diskusi ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta, baik dari kalangan mahasiswa, akademisi, maupun komunitas-komunitas Budaya yang hadir, terlebih Kang Aris sat itu menghadirkan Kujang yang berusia kurang lebih 500 tahun yang menjadikan diskusi ini menjadi lebih menarik.
Para pembicara membahas berbagai aspek Kujang, mulai dari sejarah Kujang, proses pembuatan Kujang, pembahasan Kujang dari segi perupaan dan tantangan pelestariannya di era modern. Kang Aris dalam diskusi mengatakan, bahwa Kujang bukan termasuk senjata tajam sesuai dengan tesis yang pernah dibuatnya tentang Kujang dan hal ini pun dikuatkan oleh Kang Oca (Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja, lembaga Adat Karaton Padjadjaran) sebagai saksi ahli dalam hal Kujang, serta Kang Kamal sebagai advokasi dalam pembelaan Kujang.
![]() |
Inilah Kujang Berusia 500 Tahun Itu. (Foto Iin Rizki) |
Kata Presiden BEM ISBI Bandung, Tonny Gunawan (Ken Kusumah), Film Dokumenter Kujang menggambarkan perjalanan Kujang sebagai simbol kebesaran budaya Sunda, dan proses pembuatan kujang oleh penempa, serta relevansinya dalam kehidupan modern. Dokumenter ini menyuguhkan wawancara dengan para pakar budaya, praktisi tradisional, dan akademisi, sehingga memberikan wawasan yang mendalam bagi para peserta. Dan film Dokumenter tentang Kujang karya BEM ISBI Bandung ini kedepannya mau di daftarkan ke HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).
Tonny pun mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai warisan budaya Sunda, Kujang merupakan simbol kebijaksanaan, keberanian, dan identitas masyarakat Sunda. Harapannya, acara ini dapat menjadi langkah kecil untuk melestarikan Kebudayaan lokal.
![]() |
BEM ISBI Bersama Para Ahli Kujang (Foto Istimewa) |
“Acara ‘Ngaguar Budaya’ menjadi bukti nyata komitmen BEM ISBI Bandung dalam menghidupkan nilai-nilai budaya lokal dan menjalin hubungan dengan komunitas-komunitas Budaya khususnya di Jawa Barat. Dengan suksesnya acara ini, diharapkan semakin banyak kegiatan serupa yang dapat dilakukan untuk mempererat hubungan antara generasi muda dan budaya tradisional,” demikian pungkas Tonny.
Acara juga diramaikan dengan suguhan Tari Keurseus, Tari Kujang, fasion show, pertunjukan Bambu Gila, dan Tarawangsa sebagai penutup acara. (Rls/Asep GP)***
.jpeg)
BEM ISBI Bandung Gelar Acara Ngaguar Budaya Tentang Kujang
Rektor ISBI Retno Dwimawarwati Bersama Abah Alam, Kang Oca, Dan Para Inohong Sunda Lainnya (Foto Istimewa) Badan Eksekutrif Mahasiswa (BEM) ...
Tuesday, November 26, 2024
![]() |
Penampilan Tarian Dari Sekolah Seni Johor Malaysia (Asep GP) |
Setelah sukses menggelar Pesta Seni Budaya Asia Tenggara pada bulan Maret tahun 2023 silam, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung kembali menjadi tuan rumah festival internasional yang bertajuk "Festival Seni Budaya ASEAN 2024" yang digelar di Gedung Kesenian Sunan Ambu, Jl. Buah Batu No. 212 Kota Bandung ( 23-25/11/2024). Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari beberapa negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Festival seni budaya ini menyuguhkan beragam pertunjukan dari seni tari, seni karawitan, seni teater, serta diskusi seni budaya.
Pada hari pertama, festival dibuka dengan "Tari Rampak Kendang" persembahan ISBI Bandung yang merupakan salah satu karya tari yang dikemas melalui inspirasi alat musik ritmis tradisional yaitu Kendang.
Pada festival ini ISBI Bandung menampilkan 3 karya seni lainnya, yaitu: 1. Tari "Joged Runggien", oleh Jurusan Seni Tari (23/11/2024). Tarian ini menggambarkan penari Ronggeng yang sedang menghibur para penggemarnya yang terpatri dalam suasana gembira, semangat, dan ceria; 2. Musik "Tatabeuhan dina Karawitan Sunda" oleh Jurusan Seni Karawitan (24/11/2024). Tatabeuhan dina Karawitan Sunda adalah bermain musik di lingkup Karawitan Sunda sebagai pengungkapan ekspresi musikal dengan berbagai estetika yang ada dalam Karawitan Sunda. Aspek musik karawitan Sunda yang diangkat yakni berkaitan dengan aspek karawitan mandiri dan fungsional. Kedua aspek tersebut merupakan kaidah penting untuk mengungkapkan makna estetik dalam karawitan Sunda; 3. Monolog "Balada Sumarah" karya Tentrem Lestari, oleh Jurusan Seni Teater ISBI Bandung (24/11/2024) yang berkisah tentang perjuangan seorang perempuan bernama Sumarah yang harus menghadapi diskriminasi, perlakuan keji dan ketidakadilan.
![]() |
Ini Juga Dari Sekolah Seni Johor Malaysia (Asep GP) |
Sedangkan dari negara tetangga yang hadir pada festival ini mempersembahan karya unggulan mereka masing-masing, yakni: 1. Tari Sekolah Seni Malaysia Johor - Tarian Inang ya Maulay - Joged Kasih Si Die ; 2. Gerak Teater Johor Malaysia "Manusia Raja" karya asal oleh Dudok, olahan dan arahan Azmi Senjakala. Manusia Raja ini menceritakan sosok Alif, seorang laki-laki yang menghadapi pergolakan hidup akibat pengaruh Hamsa. Hamsa yang selalu membisikkan hasutan jahat, mempengaruhi Alif untuk menetak sahabat baiknya yaitu Shazali setelah mengetahui bahwa kawan baiknya menusuknya dari belakang, dan; 3. Musik Singapura karya Saleh Buang.
Pada hari ketiga, diselenggarakan Diskusi dan Workshop kolaborasi 4 Negara yang diikuti oleh mahasiswa Jurusan Seni Tari, Seni Karawitan, Seni Teater, dan Seni Rupa. Materi Seni Tari dan Musik akan disampaikan oleh Saleh Buang (Singapura), materi Seni Rupa oleh Lutfa Mahmuda (Bangladesh), sedangkan materi seni Teater akan dipaparkan oleh Dr. Alfian Siagian (Indonesia), Dr. Andika Aziz dan Bung Kacil (Malaysia).
![]() |
Para Pengiring Pun Ikut Menari (Asep GP) |
Pada Malam Penutupan festival, para tamu undangan akan dihibur dengan suguhan Kolaborasi Teater yang berjudul "Haji Bakhil" karya L'Avare oleh Moliere, digubah oleh ST. Iskandar, kemudian diadaptasi oleh Pedro Sarjono, dan diadaptasi kembali oleh Salim Emde Punjabi, yang diolah oleh Persatuan Sanggar Mancasari, Malaysia.
Haji Bakhil ini merupakan adaptasi dari komedi klasik L’Avare karya Molière, kemudian tokoh tersebut diadaptasi menjadi tokoh cerita bernama Haji Zainal. Cerita mengisahkan Haji zainal. Seorang lelaki tua kaya raya namun sangat pelit. Haji Zainal begitu terobsesi dengan hartanya sehingga seluruh hidupnya didedikasikan untuk menimbun kekayaan, bahkan rela mengorbankan kebahagiaan keluarganya.
![]() |
Tari Joged Runggien Wakil Dari ISBI Bandung (Asep GP) |
Konflik utama muncul ketika Haji Zainal memutuskan untuk menikahi seorang gadis muda bernama Anna (Maryam), tanpa menyadari bahwa putranya sendiri Nadim (Hasan) juga mencintai gadis tersebut. Sementara itu, putrinya Haji Zainal bernama Nisa, ingin menikah dengan kekasihnya bernama Maslan, tetapi Haji Bakhil menolak karena pernikahan anak-anaknya akan membuat pengeluaran biaya, yang tidak disukainya.
Kisah semakin rumit, konflik semakin memuncak ketika sebuah peti berisi uang emas milik Haji Zainal hilang. Kecurigaannya yang berlebihan membuatnya menuduh semua orang di sekitarnya, termasuk pelayan setianya. Sementara itu, Maslan dan Nisa merencanakan cara untuk melawan keputusan ayah mereka yang keras kepala.
![]() |
Wajah-Wajah Cantik Para Penari Joged Runggien Dari Prodi Seni Tari ISBI Semester 3 (Asep GP) |
Dengan gaya satir yang jenaka, Haji Zainal (Bakhil) menggambarkan betapa keserakahan dan obsesi terhadap uang dapat menghancurkan hubungan keluarga dan mengasingkan seseorang dari kebahagiaan sejati. Molière dengan cerdas mengeksplorasi tema keinginan, cinta, dan ironi kehidupan dalam lakon ini, membawa pesan moral yang relevan hingga masa kini.
Tentu saja dengan kembalinya menjadi Tuan Rumah Pesta Seni - Budaya ASEAN ini, Rektor ISBI Bandung Retno Dwimarwati sangat senang dan bangga. Pesta Budaya Asia Tenggara didirikan pada tahun 2023 di ISBI Bandung. Komunitas tersebut merupakan kolaborasi orang-orang yang peduli dengan seni pertunjukan di Asia Tenggara untuk bekerja sama dan berbagi pengalaman. “Kami mengadakan acara tahunan seperti seni pertunjukan, workshop, pameran dan kerjasama,“ jelas Retno.
![]() |
Berjoget Berjapin Bersama (Asep GP) |
Pertukaran budaya dan pengetahuan antara lembaga pendidikan seni dan komunitas, menurutnya sangat penting dalam mengembangkan pemahaman yang lebih luas tentang seni dan menciptakan jaringan kolaborasi yang kuat. ISBI Bandung sangat menghargai kesempatan untuk berbagi pengalaman, ide, wawasan dan inspirasi dengan teman-teman dari Delegasi ASEAN.
Retno merasa yakin, acara ini akan menjadi momen yang bermakna bagi semua pihak yang terlibat. Dalam suasana yang penuh semangat ini, Retno pun mengajak semua peserta dari Negara ASEAN ini untuk terus menjalin hubungan yang erat, bertukar pikiran, dan membangun kerja sama yang saling menguntungkan. Dengan demikian, dapat bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih dinamis di bidang seni dan budaya.
![]() |
Rektor ISBI Bandung (Baju Hitam Biru) Bersama Prof. Een Herdiani Bersama Perwakilan Delegasi Seni Asean (Asep GP) |
“Terima kasih atas partisipasi Tamu-tamu terhormat dari Asia Tenggara, delegasi ASEAN, Mahmuda Akter Lutfa dari Dhaca University, rekan saya bung Kancil, Saleh Buang dari Singapure, Widi Dwinda, S.I.Kom, Anwar Zulkifli, S. H (Pisang anwar) dari Malaysia, Erli Norafiza Abu Hafiz (Bu Cura), Dr Andika Aziz Hussen, Haliza Binti Mohd Rashidi dari Johor Malaysian Art School, Dr. Febri Yulika dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Saya yakin kerjasama antara ISBI Bandung dan Pesta Budaya Asia Tenggara akan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta. Semoga kerjasama Pesta Budaya Asia Tenggara yang ke-2 ini dapat terus berlanjut dan produktif di masa mendatang,“ demikian pungkas Bu Rektor.
Sementara itu Cikgu Paris dari Sekolah Seni Johor Malaysia yang yang ditemui wartawan dalam pementasan hari pertama (23/11/2024), mengaku sangat senang dan bangga serta berterima kasih pada ISBI Bandung kareana dapat ikut serta dalam acara ini, dan dia berharap perhelatan seni budaya Asean ini harus diteruskan, bisa setahun sekali digelar dan bukan hanya se-Asean tapi diikuti oleh seluruh dunia.
Demikian juga dengan Haliza Binti Mohd Rashidi, Ketua Pasukan Tim Kesenian Sekolah Seni Johor Malaysia yang juga saat itu ikut turun menari bersama para Pengiring lainnya, sangat senang dan terharu sebab diberi kesempatan untuk bergabung dalam kegiatan seni budaya Asean ini, karena sebelumnya belum pernah tampil di acara seperti ini. ”Saya sangat sukahati sebab oleh pemerintah Indonesia diberi platfoarm seperti ini, untuk bergabung di Pesta Seni Budaya Negara Asean, sebelumnya tidak ada yang begini, jadi sangat suka hati, kami terharu dengan semua acara yang digelar oleh ISBI Bandung,“ katanya.
![]() |
Cikgu Paris Bersama Haliza Mohd Rashidi Merasa Suka Hati Dan Haru Diundang Di Pesta Seni Budaya Asean 2024 Di ISBI Bandung (Asep GP) |
Keharuan dan kebahagian keduanya pun kian bertambah karena mereka mengaku ditawari kuliah melalui program beasiswa di ISBI Bandung. Dalam acara tersebut Sekolah Seni Johor Malaysia yang punya 4 prodi/jurusan, musik, tari, visual dan teater ini, membawa 21 orang rombongan terdiri dari guru (Cikgu), pelajar dan pengiring. (Asep GP)***
.jpeg)
Festival Seni Budaya Asean 2024 Sukses Digelar ISBI Bandung
Penampilan Tarian Dari Sekolah Seni Johor Malaysia (Asep GP) Setelah sukses menggelar Pesta Seni Budaya Asia Tenggara pada bulan Maret tahun...
Wednesday, November 20, 2024
Tingkat pengangguran di kalangan pemuda terus menjadi perhatian berbagai pihak, terutama dengan kondisi persaingan kerja yang semakin ketat. Dalam rangka menekan angka pengangguran, Pelatihan Barista bagi pemuda pengangguran menjadi salah satu upaya strategis yang dinilai mampu mencetak pengusaha muda kreatif, kompetitif, dan inovatif.
Maka atas dasar itulah, kelompok Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mahasiswa Pascasarjana Jurusan Administrasi Pendidikan, Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung, mengadakan pelatihan Barista di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sugeng Sejahtera, Jl. Nyalindung No. 9 Kampung Babakan Ds. Cikole Kec. Lembang, Kabubaten Bandung Barat (KBB) - Jawa Barat, Senin (18/11/2024).
Peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya para santri Ar Risalah Bandung Barat, mahasiswa prodi Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), alumni SMAN 6 Garut, serta para pengajar dan alumni Pesantren Ibnu Hafizh Subang.
Dr. Ricky Yoseptry, S.T., M.M.Pd., (Doktor Ilmu Budaya Pendidikan Uninus) yang menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam pembukaan pelatihan ini, Dalam paparannya, menyampaikan pentingnya pengembangan diri untuk menjadi seorang profesional yang memiliki kualitas moral dan kejujuran di bidang masing-masing, dengan menanamkan nilai dasar dan keterampilan.
Dia juga menyarankan beberapa poin penting untuk menjadi pengusaha muda yang sukses, antara lain, “Pengembangan diri adalah kunci untuk menjadi seorang pengusaha profesional. Pertama, generasi muda harus memiliki kreativitas dan inovasi. Itu bisa dilakukan dengan prinsip ATM, yakni Amati, Tiru, dan Modifikasi. Kedua, berani menghadapi risiko. Ketiga, memiliki etika dan norma bisnis yang baik. Keempat, tanggung jawab dalam setiap tindakan yang diambil. Selanjutnya, memiliki jiwa kepemimpinan, minimal untuk diri sendiri dan kelompok di sekitar kita. Dan yang terakhir, kemampuan problem solving atau pemecahan masalah yang akan sangat berguna dalam dunia bisnis yang penuh tantangan,” demikian kata Ricky.
Pelatihan ini dirancang dengan metode simpel dan praktis, memadukan teori dasar dengan praktik intensif. Peserta tidak hanya mempelajari teknik meracik kopi, tetapi juga mendapatkan wawasan kewirausahaan, manajemen bisnis, dan pemasaran digital.
Salah seorang peserta pelatihan Tanzilal (21), seorang santri asal Lampung, menyampaikan rasa syukurnya mengikuti pelatihan ini. "Ini pengalaman berharga bagi saya. Dari pelatihan ini saya berharap bisa membuka kedai kopi sendiri di kampung halaman, sekaligus memberdayakan teman-teman di sekitar saya," ungkapnya penuh semangat.
Program ini juga, kata Ustadz Misbahudin (mahasiswa Pasca Sarjana Administrasi Pendidikan Uninus Bandung) yang juga hadir saat itu, sejalan dengan kebijakan revitalisasi pelatihan vokasi yang digagas pemerintah dalam Peraturan Presiden RI Nomor 68 Tahun 2022. Pelatihan ini memanfaatkan fasilitas modern di LKP Sugeng Sejahtera, didukung oleh tenaga pengajar berpengalaman, untuk memastikan peserta memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Sementara itu, Drh. Sugeng Pujiono, pemilik (owner) LKP Sugeng Sejahtera dan Kopi Luwak Cikole berharap, Melalui kolaborasi antara mahasiswa pascasarjana UNINUS, LKP Sugeng Sejahtera, dan pelaku usaha lokal, pelatihan ini bisa mencetak wirausaha muda kreatif dan kompetitif. Selain itu, “Program ini juga menjadi bukti nyata peran pendidikan tinggi dalam memberdayakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal,“ pungkasnya.
**
Sebagaimana diketahui Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sugeng Sejahtera telah mengadakan Pelatihan Barista sejak 2016 di kawasan Cikole Lembang tepatnya di Kopi Luwak Cikole dan telah menghasilkan 14 angkatan lulusan tenaga Barista.
LKP Sugeng Sejahtera yang resmi berdiri 2018 ini memang lahir karena adanya Kopi Luwak Cikole. Jadi Pelatihan ini lahir karena ada pengalaman memproduksi kopi luwak, pengalaman barista, pengalaman melayani customer.
LKP Sugeng Sejahtera yang resmi berdiri 2018 ini memang lahir karena adanya Kopi Luwak Cikole. Jadi Pelatihan ini lahir karena ada pengalaman memproduksi kopi luwak, pengalaman barista, pengalaman melayani customer.
Target pesertanya merekrut anak-anak muda yang secara ekonomi belum beruntung yang tidak bekerja dan tidak sekolah, mereka ditampung dikasih pelatihan gratis selama seminggu. Setelah selesai pelatihan, mereka diberi alat, sarana prasarana untuk jualan. Benar-benar modal dengkul, tapi tentunya mereka semua diseleksi dulu.
Selain program pelatihan mandiri, LKP Sugeng Sejahtera pun belakangan ini bekerjasama dengan kemendikbudristek mengadakan PKW (Program Kecakapan Wirausaha) yang merupakan Program unggulan dari Direktorat Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia, yang bertujuan sama, mencetak para wirausahawan dan mengurangi pengangguran.
Pelatihan kerjasama dengan pemerintah ini sudah berjalan sejak 2021-2022-2023, dan tahun 2024 ini pun LKP Sugeng Sejahtera kembali dipercaya pemerintah terkait untuk melaksanakan Program Kecakapan Wirausaha bidang Barista. Termasuk mengadakan pelatihan Barista bekerja sama dengan mahasiswa Program Pascasarjana UNINUS Bandung. (Asep GP)***

Pelatihan Barista Cetak Pemuda Pengangguran Jadi Pengusaha Kreatif dan Kompetitif
Tingkat pengangguran di kalangan pemuda terus menjadi perhatian berbagai pihak, terutama dengan kondisi persaingan kerja yang semakin ketat....
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
